setegar karang, secerah pelangi…

Pemberkasan Amburadul!

Posted by: akupetta on: October 30, 2008

Kartu kuning: Rp 15.000

Legalisir tambahan kartu kuning 5 lembar: Rp 5.000
(Gila! Cuma ngestempel kertas biayanya Rp 1.000 per lembar!)

Surat pengantar skck dari lurah ke kecamatan: Rp 10.000

(Emak perpanjang KTP bayar Rp 30.000, padahal katanya gratis.
Hig, eneg banget)

Surat pengantar skck di kelurahan: Rp 5.000 (cuma ngasih nomer, stempel, dan ttd di kertas dari kelurahan yang tadi).

Skck di polres: Rp 10.000

Oia, selain itu, bete gw ngeliat para pegawainya kerja lettoy-lettoy sambil ngerokok.
Huff!

Dan juga biaya fotokopi-fotokopi lainnya (10 rangkap bro!),

Udah malah pas foto ditinggal di kos T-T

Oi, biaya di rumah sakit belum termasuk.
(Lumayan buanyak)

Besok mau berjalan di jejak memori sekalian minta legalisasi ijazah.

Lha, emang selama ini ijazahnya gak legal?
Set dah, jadi inget caleg yang berbondong-bondong maju padahal ijazahnya boleh beli.
Woi, malu dong wooyyy!

Dah, cukup ootnya.

Besok maw ngelegalisir fotokopi ijazah SD SMP SMA.

Diriku bahkan ragu apa SDN Bintara Jaya I masih berdiri pa kagak.

Panjang juga.

Dadaa.

Keep the semangat!

***

Tradisi perlawanan selalu lahir dalam kesunyian. Ketika kekuasaan berubah jadi momok yang menyeramkan: tirani. Sementara semua mulut terbungkam ketakuan, sejarah menjadi milik para penguasa. Kamu hanya sedikit disini. Bahkan, mungkin sendiri. Kamu mungkin disebut pengkhianat bangsa. Tak ada gemuruh tepuk tangan yang menyebutmu pahlawan. Sunyi. Sepi. Tapi, kamu harus menyerahkan darahmu. Nyawamu.

Mungkin suatu saat perlawananmu jadi arus. Arus besar yang menumbangkan tirani. Tapi saat itu mungkin kamu sudah tidak ada. Waktu kamu melakukannya pertama kali, kamu hanya sendiri. Sendiri. Tapi, itulah yang membuatmu abadi. Abadi dalam kenangan manusia. Abadi bersama bidadari di surga. Kamu melakukan yang tidak dapat dilakukan orang lain. Kamu melakukan jihad. Bukan. Jihadnya jihad.

Melawan dalam sepi itulah susahnya. Melawan sendiri itulah kepahlawanannya. Memang apa yang kamu lawan? Kekuasaan. Kekuasaan yang memiliki semua. Semua orang. Semua uang. Semua simpati. Sementara kamu, kamu tidak punya apa-apa. Kamu hanya mewakili dirimu sendiri. Tekadmu sendiri.

Itu sebabnya, ketika Rasul kita ditanya, “Jihad apakah yang paling utama?” beliau menjawab, “Menyatakan kebenaran di depan penguasa tiran.”
Anis Matta-Jihadnya jihad, Mencari Pahlawan Indonesia.

***

Jadi budak rakyat yang bener.

Tuh, amburadul kan tulisannya?

4 Responses to "Pemberkasan Amburadul!"

dulu aku buat kartu kuning gratis, kok. legalisasinya apalagi, paling cuma fotokopi sendiri. surat pengantar dll jg gratis. yah, makanya nt kl dah jd pegawai jgn ngikut2 lettoy kek gitu, ya dek…

(^_^)v

Insya4wl, semoga.

mbak pet,
just wana say i lop u
aaah
wana say selamat deng
jangan somse somse

jangan juga jadi amburadul. aaaaaaaah…

Wakakak.. kita petta sama. dulu ak jg berjuang spt itu. rasanya puasss bgt klo udah selesei mua. tp setelah ak itung2 tnyata ak habis >500rb, GiLaaa.. Bwt tes urine narkoba paling mahal ak habis 370rb,, tp gpp lah.. seumur hidup sekali. Mci bnyak pmuda-pmudi yg bolak-mandir nyari kartu kuning coz ga dpt2 kerjaan, so harus bersukur, hehe..

salam.. orangbaru di wordpress.
miqoazura.wordpress.com

salam kenaaal..
untungnya aku masih pake duit orang tua.
(ini untung apa justru sedih yah?)
alhamdulillah, it’s over now,
sekarang sudah mulai dibayar oleh negara.

yuk kita hura-hura! :D

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.