Posted by: akupetta on: September 1, 2008
Romadhon di hati, selalu ku nanti, selalu ku rindu…
Alhamdulillah…
Nikmatnya berbuka hanya dirasakan oleh yang berpuasa
Yep,
Jadikan romadhon sebagai momentum perubahan!
Eh, salah.
Jadikan romadhon sebagai awal dari perubahan!
Salah lagi,
Jadikan setiap momen sebagai awal perubahan!!!
Banyak yang harus dikejar, semoga tidak lelah n_n
Semangath kawanh!
Hosh!!!
ehmmm
ada yang bisa Ibu jabarkan lainnya…
Ramadhan kali ini ditingkahi alam dengan gerimis, liris merintis diri untuk menangis.
Seolah langit menggugurkan tetes-tetes keteduhan untuk kita semai, menelisikkan harapan.
Ramadhan kali ini menyeruakkan kerinduan, diawali rindu-rindu lirih yang menepikan segenap hasrat.
Senantiasa ada doa tertambat di hati, meski sempat terhambat usia yang ragu akan perjalanan waktu.
Ramadhan kali ini semestinya ada kisah tuk kita bagi… pada Maha Kuasa
teruntuk mereka yang memiliki sejumput iman
neaR, 1 Sept 2008 (sesaat menjelang subuh)
Split Personality…
ass.
mbakuw
testi pertama di ur blog euy
hahaha
mana atuh new postnya, ditunggu….
bulan ramadhan ini, banyak yang terjadi…….
-mba petta lulus
-temen2 yang lain lulus
-ada juga yang jalan hidupnya dibelokan ke arah lain, hilman misalnya
-mba petta dilamar?(iya gituh)
he3…
-dan hal2 lain di sekitar kita, yang kecil, yang besar…..
minal aizin wal faizin mbaaaaaaaak
moon maap lair batin
jika ada salah2 kata dari gesti,
ah itu mah perasaan mbak ajah
hehehe
September 3, 2008 at 9:56 am
Ku ingin ramadhanku berwarna putih, hati kembali putih,layaknya bayi yang baru terlahir tanpa dosa.
Ku juga ingin ramadhanku berwarna merah, semangat yang selalu membara seperti api yang bermanfaat, tap bukan seperti api yang membakar tanpa kendali.
Dan juga bukan api kemarahan yang menyimpan abu dendam.
Ku ingin ramadhanku berwarna pelangi, warna-warna indah seperti ibadah yang bernilai pahala dan beragam.
Warna-warna yang membentuk kesatuan warna yang indah, layaknya manusia yang berbeda namun dapat bersatu dalam keindahan ukhuwah.
Ku juga ingin setelah ramadhan warna-warna itu tidak luntur dan memudar dalam diriku.
Ku ingin ia tetap mewarnai hidupku.
indahnya ramadhan, semua berharap dapat berjumpa denganmu.
Saat desah nafas menjadi puji,
Saat lelap nyenyak menjadi ibadah,
Saat tiap doa diijabah…
Semoga ramadhan selalu tertancap dihatiku untuk selamanya.
Ramadhan kau selalu di hati dan selalu dinanti.