Posted by: akupetta on: July 29, 2008
Yaah,
Khanza yang di tv gak seru tu…
Jauh lebih keren lagi Al-Khansa’ yang merelakan empat putranya syahid dalam perang:
“Hai putra-putraku, kalian semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan yang fana.
Putra-putraku, bersabarlah, tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kpd Alloh. Semoga kalian menjadi orang-orang yan beruntung. Jika kalian melihat genderang perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya.”
…tetap berjuang penuh semangat, hingga satu per satu berguguran menjadi syuhada…
Berbahagialah Al-Khansa’…
Semoga Alloh meridhoinya dan menjadikan ia ridho…
iya menggugah…
salah ketik
dari dulu dibilangin ga usah dimengerti…!
jgn panjang2 tulisannya, males bacanya, aq dah rabun n bukan pembaca yg baik. ga hobi baca
July 31, 2008 at 4:15 am
tidak untuk mengomentari tulisan (khanza) ini n cuma mo ngabisin waktu PKL (baca: pedagang kaki lima)
Cerita kehidupan manusia tak kurang dari kisah imajinantif yang kadang tak menyentuh realitas, namun bukan kisah fiktif yang diperdengarkan dalam dongeng tatkala tidur.
Novel dimana tokoh utamanya tak lebih dari manusia biasa yang senantiasa mencari jalan hidupnya.
Membaca tulisanmu seperti melihat secarik peta yang merentang garis2 imajiner. Riuh oleh imaji, menggubah bagi sebagian penafsirnya.
Mungkin tak ubahnya Multatuli yang berkata, “kelak aku bakal dibaca”. Satu pengharapan kau kan dimengerti [?].
NB: Khanza tu makanan apaan sih?